mtsn1lubuklinggau.sch.id Berita Guru Harus Hindari Kesalahan-Kesalahan Dalam Pendidikan dan Pembelajaran

Guru Harus Hindari Kesalahan-Kesalahan Dalam Pendidikan dan Pembelajaran

Lubuklinggau,Humas.

Siapakah guru? Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan dari Tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Memang untuk menjadi guru ada beberapa persyaratan administrasi disamping persyatan lainnya,salah satunya persyaratan molral, karena guru adalah cermin bagi siswanya. Tingkah laku guru buisa dijadikan suri tauladan bagi orang-orangh dan masyarakat di sekelilingnya, ada pepatah yang mengatakan “Guru kencing berdiri murid kencing berlari,” hal ini menandakan  bahwa appun yang dilakukan guru anak didik cendrung mencontoh.

Untuk itu sebagai seorang guru yang tidak hanya sebagai pengajar tapi jug sebagai seorang pendidik tentunya harus selalu melakukan tugasnya dengan didukung oleh kemampuan intelektual untuk menjadi sang profesional.

Seperti yang diungkap oleh Nini Subini dalam bukunya “Awas, Jangan Jadi Guru Karbitan !”, banyak sekali kesalahan-kesalah yang sering dilakukan guru, entah sadar atau tidak dengan kesalahan yang telah dilakukan. Kesalahan-kesalahan tersebut,yaitu:

A. Berhubungan dengan penampilan; kerudung “gaul”, rambut sembrawut, merokok di sekolah, make up-nya ala artis, serba ketat bikin siswa tercekat,separtu cinderela seramai derap kuda, kontes perhiasan “wah” di sekolah juga sebotol parpum menusuk hidung.

B. Berhubungan dengan akademik; Tidak membuat administrasi (RPP), tidak membuat program tahunan dan program semester, tidak pernah memberi presentasi, tidak membuat agenda, menyamakan soal evaluasi, tidak pernah menganalisis, tidak pernah melakukan perbaikan dan pengayaan.

C. Berhubungan dengan proses pembelajaran; Berpikir egosentris, ,merasa paling pintar, tidak peka terhadap perubahan suasana kelas, tidak menguasai materi, mengajar tanpa mendidik, guru spesialis PR dan ulangan harian, membuka les privat, malas melakukan koreksi dan evaluasi, ngaji (mengarang biji/nilai), membawa masalah rumah ke dalam kelas, komunikasi tidak efektif, mengajar tanpa persiapan, dan tidak melakukan evaluasi menyeluruh.

D. Berhubungan dengan kedisiplinan; korupsi waktu, terlambat masuk kelas, sering izin,. salah seragam, main hp/fb saat pelajaran.

E. Berhubungan dengan psikologi siswa; tidak memahami karakter dan psikologi anak, tidak memberi contoh/teladan, tidak bersahabat, memaksa kehendak, guru kiler guru permisif, ringan tangan, tidak mengakui kesalahan, merendahkan martabat anak, pilih kasih, mudah memvonis, suka membanding-bandingkan, pelit memberikan reward.

Kesalahan-kesalahan tersebut terkadan berulang dilakukan dan terkadang sudah mendarah daging, jika hal ini kita biar maka bisakah seoarng guru dikatakahn “Profesional”. Apalagi dengan adanya tunjangan profesi yang diterima setiap bulan. Hendaknya kita guru menyadari semua kesalahan yang dilakukan dengan mengubah yang salah menjadi suatu yang benar.

Namun sebenarnya tidak hanya kesalahan yang sering dilakukan para guru, ada juga penyakit yang menghinggapi para guru juga adanya penyskit-penyakit yng lain yang menggeroggoti guru-guru, mulai dari menyerang kepala, tangan, kaki, dan anggota tubuh yang lainnya. Nah, sebelum penyakit tersebut menyerang guru yang lain ada baiknya kita segera ke dokter. Penyakit-penyakita yang sering menyerang guru tersebut antara lain;

Kudis ( Kurang Disiplin),Kutil ( Kurang Teliti ),Kuman 1 ( Kurang Iman ),Kuman 2 ( Kurang Amanah ),Kurap ( Kurang Rapi ),TBC 1 ( Tidak Bisa Computer ),TBC 2 ( Tidak Banyak Cara ),Asma 1 ( Asal Masuk Kelas),Asma 2 ( Asal Materi Habis ),Tipus ( Tidak Punya Selera),Mual ( Mutu Amat Lemah ),Kusta ( Kurang Strategi ),Kram ( Kurang Trampil ),Asam Urat ( Asal Sampai Materi urutan Kurang Akurat ),Lesu ( Lemah Sumber ),Diare ( Di Kelas Anak Diremehkan ),Ginjal (Gaji Nihil Jarang Aktif Kerja Lamban ),Batuk ( Belajar Atau Tidak Urusan Kemudian ),Sembelit ( Sedikit Membaca Litelatur ),Sariawan ( Siapkan Anak-Anak Dengan Ringkasan, Aman Waktu Ujian ),THT (Tukang Hitung Transport),Hipertensi ( Hiruk Pikuk Persoalkan Sertifikasi ),Diabed ( Datang Inginnya Duit Tok Baru Kemudian Etung-etungan Duit ),WTS ( Wawasan Tidak Luas ),Gaptek ( Gagap Teknologi ).

Penyakit seperti ini memang harus dihindari sebelum semuanya menjalar ke seluruh anggota tubuh apalagi sampai menyebar ke rekan-rekan guru yang lainnya, jika ini terjadi tidak menutup kemungkinan suatu sekolah akan menghasilkan out put yang tidak mampu bersaing di luar sana.Mari para guru semua kita perbaiki diri kita, untuk menjalankan amanah yang dieman sesuai dengan tujuan dan fungsi kita selaku seorang pendidik.(yatno/Santi).

11 Likes