Lubuklinggau,Humas.
Kankemenag Kota Lubuklinggau dalam hal ini diwakili oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Habibullah Angkasa,Pengawas Madrasah Fahrunrosi beserta tim Penmad meninjau secara langsung pelaksanaan proses belajar mengajar siswa secara terbatas (PTM) Senin,(30/8) 2021.Tim pun disambut secara langsung oleh kepala Madrasah Hedi Herdiana beserta Wakil kepala madrasah diruang kerjanya.
,”Ini merupakan kunjungan kita untuk yang pertama selama berlangsungnya PTM terbatas yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau pada tanggal 23 Agustus 2021 beberapa waktu yang lalu.Dan ini akan kita pantau terus apakah selama berlangsungnya PTM ini menemukan kendala dalam artian klaster baru Covid-19 ataukah tidak terhadap siswa/I maupun guru di MTsN 1 Lubuklinggau ini,”ujar Habib.
Lanjut nya berdasarkan pemeriksaan kepada kami pada hari ini,”alhamdulillah MTsN 1 Lubuklinggau sudah menerapkan prokes yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan sudah memenuhi syarat atas dilaksanakan PTM terbatas ini,”jelasnya.
Ditempat yang sama kepala madrasah Hedi mengharapkan PTM terbatas ini tidak terlalu lama dilaksanakan,sehingga kita dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara pul/atau keseluruhan,”anak-anak sudah terlalalu bosan pak mengikuti belajar secara daring ini begitupun guru-gurunya agak sedikit mengalami kesulitan terutama pada usia yang tak lagi muda tentu menjadi salah satu penghalang dalam melaksanakan belajar secara daring,”ujar dalam laporannya.
,”Perlu kami sampaikan juga pak adapun proses belajar di awal PTM kemarin yakni menggunakan sistem ganjil genap sampai saat ini,terkait proses belajar mengajar satu minggunya anak-anak hanya 2 kali pertemuan dengan jumlah 1 jam pertemuan.Dan perlu kami laporkan untuk jadwal terbaru mulai hari ini anak-anak mengampuh 2 mata pelajaran dengan alokasi waktu 45 menit,”ucapnya.
Tambahnya sekali lagi harapan kita semua mudah-mudahan pandemi ini sesegera mungkin berakhir sehingga kedepan kita dapat melaksanakan proses belajar mengajar seperti sedia kala tanpa ada rasa khawatir apapun terhadap penyebaran covid-19 ini,”harapnya.
Di akhir kunjungan dilakukan pemantauan kepada siswa/i terkait PTM terbatas di dalam kelas.(yatno/santi).
